Halo 친구 -- chingu, balik lagi sama Zaze’s
World. Apa kabar kalian semua? Semoga sehat selalu ya.
Indonesia memiliki keberagaman
budaya, suku bangsa, adat istiadat, makanan dan keindahan alam yang memanjakan
mata. Ngomongin soal keberagaman yang ada di Indonesia, kali ini aku mau bahas salah
satunya mengenai makanan yaitu Rendang. Salah satu makanan khas Indonesia yang merupakan
kuliner warisan masyarakat Minangkabau ini sudah terkenal hampir di seluruh
penjuru dunia. Tak heran lagi jika rendang masuk sebagai daftar makanan terbaik
dunia versi CNN loh sehingga rendang sudah mengharumkan nama bangsa Indonesia
ke taraf Internasional. Banyak masyarakat dunia yang ingin mencoba makanan ini
hingga mencoba membuat memasak rendang. Rasanya yang lezat dan bergizi sampai
membuat orang-orang tergila-gila dengan masakan ini tapi temen-temen tau ga
sih, kalau Rendang ternyata memiliki nilai Pendidikan loh.
Ada salah satu artikel yang
membahas nilai Pendidikan kuliner rendang loh. Artikel ini masuk ke dalam e-journal
terpercaya yang ada di Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta yaitu Jurnal Buletin Al-Turas. Aku menyarankan kalian untuk membaca
artikel “Nilai Pendidikan Dalam Kuliner Rendang” karena menurut ku sangat penting
bagi kita, yaitu penerus bangsa untuk mengetahui bahwasanya makanan juga
memiliki nilai Pendidikan yang terkandung di dalamnya. Jadi, kita tidak hanya bisa
merasakan lezatnya aja nih tapi tau juga hal lainnya. Selain itu, kita bisa mewariskan
nilai Pendidikan ini ke anak cucu kita sehingga keberagaman budaya dan
nilai-nilai yang terkandung melekat pada mereka dan terjaga utuh selamanya.
Untuk mengetahui lebih lanjut
nilai pendidikan apa saja yang terkandung dalam kuliner Rendang, temen-temen
bisa baca artikelnya ya. Berikut ini adalah artikel beserta identitasnya:
|
IDENTITAS |
KETERANGAN |
|
Judul Artikel Jurnal |
Nilai Pendidikan Dalam Kuliner Rendang |
|
Nama Penulis |
Dwi Desi Fajarsari |
|
Abstrak |
Belajar bahasa berarti seseorang tidak
hanya harus memperhatikan kaidah-kaidah tata bahasa sehingga mampu
menggunakan bahasa dengan benar, tetapi sesorang juga harus memperhatikan
konteks sehingga ia mampu menggunakan bahasa dengan baik. Konteks yang dimaksud
bukan hanya yang tersurat, tetapi juga tersirat. Konteks secara tersirat
hanya dapat dimengerti jika pembelajar bahasa memiliki pengetahuan tentang
budaya. Demikian pun dengan para pembelajar bahasa Indonesia. Sebagai negara
timur yang menjunjung sopan santun, bahasa Indonesia sangat memperhatikan
penggunaan pilihan kata. Oleh karena itu, pembelajar bahasa Indonesia
seharusnya tidak hanya diberikan pembelajaran bahasa yang benar, tetapi juga
diberikan pembelajaran bahasa yang baik. Perkenalan dengan kuliner
tradisional dapat dijadikan alternatif strategi belajar bahasa. Masakan
tradisional merupakan kekayaan etnik yang dimiliki Indonesia. Rendang ialah
salah satunya. Rendang tidak hanya sebagai makanan yang dapat memuaskan rasa
lapar, akan tetapi membawa serta kebiasaan lokal, lingkungan, dan adat
tradisi masyarakatnya. Kuliner rendang mengandung nilai pendidikan yang baik
untuk ditransformasikan. Nilai pendidikan dalam kuliner rendang tersebut
didapat dari asal-usul, warna, dan bahan. Nilai pendidikan tersebut antara
lain nilai pendidikan religius, nilai pendidikan moral, dan nilai pendidikan
sosial. |
|
Publikasi |
|
|
Volume |
Vol. XXIII |
|
Nomor |
No. 2 |
|
Tahun |
Juli 2017 |
|
Halaman |
337-347 |
|
DOI |
|
|
URL |
http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/al-turats/article/view/6315/3919 |
|
Kategori Jurnal |
SINTA 2 |
|
Jumlah Sitasi |
7 |
|
P-ISSN |
|
|
E-ISSN |
Terimakasih
temen-temen yang sudah menyempatkan baca artikel ini, semoga bisa menarik minat
kalian untuk baca atau pakai jurnal artikel ini misalnya untuk referensi tugas kalian. Jangan lupa cek artikel-artikel lainnya ya😊
Sampai jumpa di artikel selanjutnya, bye bye 친구 -- chingu💙
